Halaman utama / Inspiring / Cerita si Pekerja Digital

Cerita si Pekerja Digital

Happylife.id – Azmi Lik Firdhaussi, datang sebagai pembicara ke Festival Pekerja untuk kelas diskusi Pekerja Digital. Yup! Perempuan yang disapa Iik ini tampil dengan sederhana menggunakan kaus lengan panjang berwarna hitam, celana jeans, kerudung krem, dan sepatu sportnya tanpa make up. Meskipun terlihat agak pucat, Iik tetap bersemangat mewakili kitabisa.com pada acara minggu siang tersebut.

 

Founder Kitabisa.com

Perempuan kelahiran 1995 ini telah bekerja di kitabisa.com selama lebih kurang satu tahun. Kitabisa.com merupakan platform penggalangan dana online untuk mereka yang membutuhkan.
Mba Iik memulai karirnya  sebagai mahasiswa magang hingga akhirnya direkrut menjadi karyawan. Posisinya sebagai UX Resourcher di sebuah perusahaan digital, membuat lulusan Ilmu Komunikasi bidang Kajian Media dari Universitas Indonesia ini memiliki waktu kerja yang fleksibel dengan tersedianya fasilitas teknologi dari perusahaan.
“Bisa bekerja di mana-mana” ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi Iik, Ia sering begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bukan hanya itu, lembur dan tak dibayar rela ia lakukan demi kebahagiaan banyak orang.

Sebelumnya, Iik pernah bekerja di WatchDoc, sebuah production house yang mengangkat film-film advokasi. Sosoknya memiliki ketertarikan tersendri untuk bekerja di bidang sosial. Hal ini akan membuat dirinya semakin mengenali sosoknya dan yakin dengan apa yang ia kerjakan.

 

Selain bekerja, menjadi pembicara, Iik juga tergabung dalam  relawan Sekolah Rumpin sebagai Tim Riset Kurikulum. Di sana, Iik juga mengajar anak-anak.  Menjadi volunteer merupakan salah satu cara Iik untuk refreshing!
Ia merasa sangat puas dan bahagia menjadi volunteer meskipun tidak mendapat gaji! Baginya, suatu pekerjaan pasti memiliki sebuah nilai yang terkandung di dalamnya.

“Kalau visi bekerja cuma sekadar fee-nya berapa, aku nggak akan mau overtime segitunya. Bahwa ada thing beyond atau value yang lebih besar dari sekadar bekerja.”

Meskipun optimis, anak muda yang satu ini juga kerap menghadapi berbagai tekanan dalam pekerjaannya, terutama bagaimana Ia dan rekan kerja lainnya harus mencapai target. Menurutnya, cara yang baik menghadapi tekanan dalam pekerjaan  adalah dengan membicarakan persoalan tersebut kepada orang-orang terkait sehingga akan terciptanya titik temu demi kenyamanan bersama. Iik yakin, hal ini juga akan sangat baik diterapkan di tempat kerja manapun.

“yang aku tanamkan, ya udah Give my best.” – Azmi Lik Firdhaussi

 

Wah, salut! Anak muda yang aktif dan optimis!

 

Agnes

Tentang Andi Saefudin

Periksa Juga

Siapa Bilang PNS Tidak Bisa Menjadi Novelis Hebat

Dipandang aneh karena sering berbicara sendiri, wanita ini menunjukan kemampuannya, ya… dia Risa Saraswati, wanita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *