Halaman utama / Inspiring / Hari Bumi di Kampus Widuri

Hari Bumi di Kampus Widuri

Happylife.id – Sobat muda, apa kalian merasakan bumi kian panas, anomali alam, musim panas kering, musim hujan banjir? Bila iya, maka kalian berdiri pada keprihatinan yang sama dengan civitas mahasiswa Widuri.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, komponen mahasiswa Widuri yang dimotori Wimapala (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam) menggelar event dengan tajuk Hari Bumi dan Kreatifitas Tanpa Batas.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (21/4/2018) ini guna menggugah kesadaran masyarakat, khususnya mahasiwa Widuri, untuk turut serta dalam pelestarian alam. Kesadaran ini yang hendak ditanamkan pada masyarakat.

‘Kita harus membangun kesadaran pentingnya menjaga alam dan lingkungan untuk menyelamatkan alam dari kerusakan yang lebih parah’, ujar Aditya Hildiawan, Humas acara hari bumi. Untuk itu, lanjutnya, diharapkan para pecinta alam menjadi penggerak dalam upaya pemeliharaan alam ini.

Lebih jauh dia mengatakan, hutan menjadi salah satu prioritas yang harus diselamatkan. ‘Eksploitasi hutan dari para pemilik modal harus menjadi perhatian serius bila kita serius mau menjaga alam’, terang mahasiswa semester enam Ilmu Komunikasi STISIP Widuri ini.

 

Talk show pelestarian hutan (foto: Bagas)

 

Beragam kegiatan seperti penanaman pohon, talkshow dari Kementerian Kehutanan, serta talkshow tentang reptil dan musang dilaksanakan. Acara bertambah meriah dengan kehadiran komikus stand up comedy dan artis-artis dari Hits Record.

 

Talk show reptil dan musang (foto: Bagas)

 

Spanduk tandatangan menolak eksploitasi hutan (foto: Bagas)

 

Sobat muda, Dalam beberapa dekade ini, sesungguhnya telinga kita diteriakan akan masalah global warming alias pemanasan global. Ketika lapisan ozon kian menebal dan membuat pantulan sinar matahari dari bumi terperangkap di atmosfer.

Ini membuat suhu atmosfer meningkat akhirnya panas di permukaan bumi juga meningkat. Dampaknya? Kekeringan, es di kutub kian mencair, dan banjir.
Situasi ini disebabkan manusia yang tidak mampu mengelola alam. Ketika pembalakan hutan merajalela, ketika cerobong-cerobong industri mengepul tanpa kendali, dan sebagainya.

Karena itu diharapkan kesadaran semua masyarakat terutama kaum muda. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

So, tergerakkah kita? (lui/1602111048)

Tentang staff

Periksa Juga

Sriana Sihombing, Sang Puteri Indonesia yang Menginspirasi

Happylife.id – Sriana Sihombing, runner up 1 Puteri Indonesia Intelegensia Kalimantan Tengah 2014 memiliki mimpi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *